Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Betulkah Salat Tidak Sah Bila Tak Baca Basmalah? Ini Penjelasan Ahli Tafsir

Betulkah Salat Tidak Sah Bila Tak Baca Basmalah? Ini Penjelasan Ahli Tafsir

Di Indonesia maupun di Negara lain, termasuk Saudi Arabia sering didengar al-Fatihah dibaca tanpa basmalah padahal basmalah masuk dalam ayat pada surah itu. Sering pula diucapkan dengan keras maupun dalam hati. Itu terjadi saat salat maupun bukan. Imam tidak terdengar membaca basmalah tapi makmum baca basmalah.

Bagaimana hukum membaca basmalah pada surah al-Fatihah? Apakah wajib atau tidak? Sahkah salat makmum jika imam tidak baca basmalah? Berikut ini penjelasan M Quraish Shihab, ahli tafsir Quran dan Ketua Dewan Pakar Pusat Studi Quran (PSQ), sebagaimana dikutip dari Alif Magz, media internal (PSQ).

“Nabi SAW melakukan tiga praktik yang berbeda-beda sehingga lahir tiga pendapat besar yang masing-masing ulama hanya menguatkan salah satunya.
Tiga pendapat itu adalah: pertama, basmalah bukan bagian dari al-Fatihah sehingga ia tidak boleh dibaca ketika membaca al-Fatihah dalam salat, inilah mazhab Malik.

Kedua, basmalah adalah bagian dari al-Fatihah sehingga ia harus dibacaa tidak sah saalat bila tidak membacanyaa serta dianjurkan membacanya dengan suara yang terdengar jelas dalam salat jahr, seperti Maghrib, Isya, Subuh, dan salat Id dan dikecilkan bila salat yang tidak dianjurkan mengeraskan suara, seperti Dzuhur dan Asar, inilah pendapat Imam asy-Syafii.
Pendapat ketiga, membacanya, tetapi dengan suara yang tidak terdengar.
Pendapat asy-Syafii yang paling banyak diamalkan oleh umat Islam di banyak negara.
Makmum yang hendak membaca basmalah boleh bermakmum kepada imam yang membaca basmalah.

Demikian sebaliknya, mengikuti imam yang tidak membaca basmalah tetap sah.
Bukankah Imam Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi tidak membaca basmalah atau mengeraskan suaranya ketika membaca al-Fatihah, namun seluruh umat Islam mengikuti mereka dalam salat sebagai makmum?
Ibnu Taimiyah menulis: para sahabat Nabi dan generasi sesudahnya ada yang membaca basmalah dan ada juga yang tidak, namun mereka bergantian menjadi imam dan makmum.

Begitu juga Abu Hanifah dan asy-Syafii serta pengikut-pengikutnya, mereka semua salat mengikuti imam-imam Madinah yang bermazhab Malik walaupun imam-imam itu tidak membaca basmalah, sama sekali, tidak dengan suara keras atau perlahan.
Seorang imam yang bijaksana akan meninggalkan mazhab yang dianutnya dan mengamalkan mazhab orang banyak yang mengikutinya demi persatuan dan kesatuan.

Di sisi lain, makmum yang paham tidak akan mempersoalkan imam yang mengamalkan pendapat mazhab yang dianutnya walaupun mazhab imam itu menurut keyakinannya tidak sah untuk diamalkan.

Seseorang yang menganut mazhab yang menyatakan bersentuhan dengan lawan jenis atau muntah membatalkan wudhu, kemudian mengikuti imam yang tidak menganut paham itu, bahkan telah bersentuhan dan muntaha makmum yang mengikuti imam itu tidak batal salatnya.
Demikian pendapat para imam mazhab kendati dalam banyak perincian mereka berbeda pendapat.

(sumber)

Post a Comment for "Betulkah Salat Tidak Sah Bila Tak Baca Basmalah? Ini Penjelasan Ahli Tafsir"