Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Mengharukan: Balas Budi 30 Tahun Lalu

Seorang anak laki-laki asal Thailand terpaksa mencuri obat di sebuah apotik karena tidak memiliki uang. Ya, demi orangtua, itulah yang akan dilakukan oleh anak. Biarpun terkadang tidak masuk diakal, mereka rela melakukan apa saja untuk orang tua mereka. Tindakan yang biarpun tak pantas namun mengharukan tersebut diketahui oleh pemilik toko obat itu. Pemilik apotik yang mencaci maki Prajak Arunthong secara otomatis menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Untung saja, bapak setengah baya penjual mie di depan apotik itu dapat membantu mendinginkan suasana.
little prajak2
Source: http://www.dream.co.id/your-story/terima-kasih-atas-peristiwa-30-tahun-yang-lalu-terima-kasih-atas-peristiwa-30-tahun-yang-lalu-141119.html

Di saat itulah ia menghampiri Prajak.
“Ibumu sakit?”, tanya bapak penjual mie tersebut kepada Prajak. Prajak, dengan ketakutan hanya bisa mengangguk malu. Tanpa keraguan bapak penjual mie membantu Prajak dengan membayarkan obat-obatan yang telah dicuri anak itu. Tidak hanya itu saja, tetapi ia juga memberikan mie kuah yang hangat untuk dibawa pulang oleh Prajak.

Setelah 30 tahun berlalu, keadaan penjual mie masih saja sama seperti dulu. Namun kali ini, disaat dia melayani para pembeli, tiba-tiba ia jatuh sakit. Putri satu-satunya yang dia miliki langsung membawa bapak penjual mie tersebut ke rumah sakit terdekat. Ternyata biaya pengobatan dan perawatan untuk bapak penjual mie itu sangatlah mahal. Ia tak punya uang sebanyak itu. Putrinya hanya menangis ketika memandangi kertas yang bertuliskan tagihan sebesar 792,000 baht.
daughter


Disitulah mereka dihadapi oleh keputusan, apakah toko mie yang mereka rintis bertahun-tahun akan dijual atau tidak.
daughter 2

Pada saat sedang tertidur, tiba-tiba ia mendapatkan tagihan dari rumah sakit:
– Biaya pengobatan 0
– Biaya operasi 0
– Biaya obat 0
– Biaya rawat inap 0
– Biaya obat penghilang sakit 0
– Kuah sayur 0
– Total = 0
Di kertas tagihan itu ada sebuah tulisan tangan “Semua tak bisa tertandingi dengan peristiwa 30 tahun lalu.” Disitulah ia tahu rupanya ada seorang dokter yang telah membantu bapak penjual mie itu, dialah dr. Prajak Arunthong. Ia ingin membalas kebaikan bapak penjual mie yang telah menolongnya dahulu ketika ia ingin mendapatkan obat-obatan untuk orang tuanya.


(sumber)

Post a Comment for "Kisah Mengharukan: Balas Budi 30 Tahun Lalu "