Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ngeri! Ini Yang Terjadi Kalau Kamu Mengonsumsi Gula Terlalu Banyak!

fatguy

Gula dipakai dalam hampir semua makanan/minuman kita sehari-hari. Gak harus minuman/makanan manis saja yang mengandung gula. Bahkan makanan yang tergolong sehatpun mengandung cukup banyak gula, seperti sereal, dressing salad, bahkan sebagian susu balita/bayi.
Dan memang gula dibutuhkan oleh tubuh kita, dalam jumlah yang wajar tentunya. Gula, dalam bentuk glukosa, punya 2 peran penting gula dalam tubuh: sebagai “bahan bakar” untuk menghasilkan energi supaya tubuh kita berfungsi normal, dan sebagai “kendaraan”, bersama oksigen dan sel darah merah, untuk menjemput/mengangkut nutrisi yang dihasilkan/dicerna oleh lambung/usus/liver dan membagikannya kesemua bagian tubuh yang membutuhkan.
Dan, dalam upaya menjaga “diet” yang sehat, kita menghindari lemak, menggantinya dengan makanan rendah lemak. Tetapi kita lupa, bahwa kandungan gula dalam makanan/minuman sama berbahayanya dengan lemak, jika dikonsumsi berlebihan.
Gula tambahan yng kita bahas ini adalah gula dalam berbagai bentuk, seperti gula pasir(=sukrosa) serta fruktosa/laktosa yang terkandung dalam buah-buahan, glukosa dalam sirup jagung/buah anggur.
source: wisegeek.com
source: wisegeek.com
Asupan gula yang masih bisa ditoleransi tubuh dan dicerna dengan baik adalah sekitar 10% dari total asupan karbohidrat harian, atau setara dengan 100 kalori(=25gram gula) untuk wanita dewasa dan 150 kalori(=37.5gram gula) untuk pria dewasa. Sedangkan jika berlebihan secara terus-menerus, akan menjadi beban bagi tubuh kita.

Berikut adalah pengaruh buruk bagi tubuh kita jika mengkonsumsi gula lebih dari jumlah yang bisa ditoleransi oleh tubuh kita.

#1. Menaikkan tekanan darah.
Asupan gula berlebihan, seperti fruktosa, menyebabkan tekanan darah tinggi, ini kondisi yang sangat serius yang menyebabkan penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal, penyakit arteri.
#2. Menurunkan HDL dan menaikkan LDL.
Asupan gula berlebihan menyebabkan jumlah HDL( High Density Lipoprotein=kolesterol baik) dalam tubuh menurun, dan sebaliknya LDL(Low Density Lipoprotein=kolestrol jahat) meninggi dan juga menyebabkan naiknya triglycerida(lemak darah), hingga menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang akan menyebabkan serangan jantung.
#3. Menurunkan ketajaman fungsi otak.
Kita mungkin sering diingatkan, makanan manis merusak enamel gigi, tetapi ada hal yang jauh lebih mengerikan dari hal ini: hasil riset menunjukkan bahwa asupan gula berlebihan merusak fungsi kognitif otak(=fungsi otak seperti memori, kecerdasan, dll) dan mengurangi protein yang dibutuh untuk fungsi memori dan responsive otak.
Asupan gula berlebih juga berhubungan dengan sindrom metabolisme, yaitu sebuah kondisi kluster otak yang tak hanya berhubungan dengan menurunnya fungsi kognitif, tapi juga kemungkinan merubah struktur otak.
#4. Menyebabkan Alzheimer dan pikun.
Asupan berlebih gula menyebabkan berkurangnya produksi sebuah senyawa kimia yang disebut BDNF(brain-derived neurotrophic factor) yang membantu otak membentuk memori baru dan mengingat masa lalu. Level BDNF rendah secara khusus pada orang dengan kerusakan metabolisme glukosa( seperti diabetes dann pra diabetes) dan rendahnya BDNF terhubung dengan kepikunan dan penyakit Alzheimer.
#5. Depresi…
Dalam sebuah studi, orang dewasa yang minum 4 sajian minuman bersoda per hari lebih cenderung untuk terdiagnosa menderita depresi dibanding orang yang minum minuman tanpa gula seperti air putih, kopi atau teh.
Untuk berfungsi secara normal, otak tergantung pada tersedianya senyawa kimia seperti glukosa dan insulin. Ketika glukosa masuk ke tubuh, insulin membuka pintu sel untuk jalan masuknya glukosa ke sel. Tetapi, ketika otakmu terus-menerus mengalami peningkatan gula(misalnya sarapan pagi yang mengandung gula berlebih atau eskrim sesudah makan malan), insulin jadi lebih kebal terhadap efek gula dan kurang efektif, mengakibatkan jumlah gula dalam darah yang dibutuhkan untuk mengaktifkan insulin menjadi makin lama makin besar. Dan hal ini memicu depresi dan kecemasan.
#6. Menyebabkan kecanduan gula.
Riset membuktikan bahwa hewan yang kecanduan akan gula memperlihatkan gejala kecanduan secara fisik dan tanda-tanda putus obat(seperti pecandu narkoba). Yang terjadi adalah: Dopamine( neurotransmitter otak yang membuat perasaan senang) dilepaskan saat gula diserap(kita semua pernah mengalami euphoria sesudah makan kue ultah). Masalahnya adalah, makan terlalu banyak gula mematikan isyarat dopamine yang sehat, artinya jadi butuh lebih dan lebih banyak gula untuk mengaktifkan dopamine untuk “menyalakan” sinyal kesenangan tersebut. Dalam satu penelitian, milkshake bagi orang dengan kebiasaan kecanduan makanan, mengaktivasi “reward neurological” yang sama dengan para pecandu kokain. Ternyata, narkoba bukan hanya satu-satunya zat yang harus dihindari.
source: kaskus.co.id
source: kaskus.co.id
#7. Penuaan dini pada kulit.
Asupan gula berlebihan dapat menyebabkan kulit kusam dan berkerut. Ini terjadi oleh sebuah proses yang disebut glycation, dimana gula dalam darah terikat dengan protein membentuk produk akhir berupa glycation( diberi nama: AGE –sebuah nama yang cukup tepat, age dalam bahasa Inggris juga berarti: tua). AGE merusak kolagen dan elastin, serat protein yang membuat kulit kenyal dan elastis. Dan kerusakan menyebabkan kulit berkerut dan melorot. Ia juga menonaktifkan enzim alami antioksidan tubuh, dan menyebabkan kulit lebih rentan terhadap kerusakan oleh cahaya matahari/UV. Dalam kasus ini, kamu adalah apa yang kamu makan, tercermin dari kulitmu. Jadi kalau mau kulit kenyal dan bersih, hindari asupan gula berlebih ya.
#8. Menyebabkan jerawat.
Makanan bergula dengan indeks glycemic yang tinggi ditemukan menyebabkan jerawat yang parah, karena fluktuasi hormonal yang disebabkannya. Peradangan yang disebabkan oleh asupan gula berlebih terhubung dengan masalah kulit seperti psoriasis, kata Marisa Moore, R.D. professor pada Georgia State University.
#9. Meningkatkan resiko diabetes.
Riset membuktikan bahwa minum dua atau lebih sajian bergula tiap hari meningkatkan kemungkinan kena penyakit diabetes tipe-2, kenaikan sebanyak 26%. Karena resistensi insulin tinggi yang disebabkan oleh asupan gula berlebih, fruktosa, glukosa dan bentuk gula yang lain tak dapat diserap oleh sell-sell tubuh karena resistensi insulin, menyebabkan gula tertumpuk di dalam darah. tinggi nya kadar gula dalam darah menyebabkan pre-diabetes dengan ancaman yang sama dengan diabetes.
#10. Menyebabkan fatty liver (dimana liver dipenuhi oleh lemak hingga tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya).
Riset menyarankan bahwa asupan gula yang tinggi memperparah penyakit liver berlemak. Gak pernah dengar penyakit ini? Ini salah satu penyakit yang paling banyak diderita di AS. Jadi lonjakan insulin(yang disebabkan asupan gula berlebih) menggiring lemak ke dalam liver, menyebabkan peradangan dan cacat pada liver. Penyakit fatty liver ini menyebabkan kemungkinan lebih tinggi untuk terkena diabetes, serangan jantung, dan kanker hati.
#11. Menyebabkan kanker pankreas
Walaupun penilitian belum benar-benar bisa menyimpulkan demikian, beberapa riset menyatakan bawa tingginya asupan gula berhubungan dengan beberapa jenis penyakit kanker, seperti kanker pankreas.
12. Menyebabkan bau napas/mulut.
Kita berulang kali mendengar hubungan makanan manis dan kerusakan gigi. Kenapa ini terjadi: gula menjadi sumber makanan untuk bakteri di gigi, jadi mereka berkembang biak dengan cepat, menyebabkan tumbuhnya plak dan bau napas di pagi hari.
#13. Menyebabkan asma.
Penelitian menunjukkan pola makan tertentu, termasuk asupan gula tinggi, menyebabkan lebih rentan terhadap asma, penyakit no.3 penyebab kematian di AS.
#14. Menyebabkan ngantuk dan lesu.
Penelitian menunjukkan bahwa asupan gula berlebih mengurangi aktifitas sel orexin. Sel-sel ini pada dasarnya seperti kelinci Energizer dalam tubuh, yang membuat kita tetap waspada, mensuplai metabolisme, dan menjaga sistim tubuh kita tetap aktif. Ketika sel-sel orexin dinonaktifkan, kita jadi ngantuk dan lesu. Yang menjelaskan kenapa kita ngantuk dan ingin tidur sesudah makan siang yang penuh karbohidrat dan gula.
source:  comunitytable.com
source: comunitytable.com
#15. Cenderung ingin makan terus-menerus.
Karena asupan gula berlebih memicu produkso ghrelin —hormon yang mengisyarakan pada tubuh bahwa ia lapar— mengurangi asupan gula berarti kamu takkan merasa sebagai perut karet yang terus-menerus lapar. Fokus pada makanan yang tidak di proses, pemanis buatan, untuk meminimalkan perasaan lapar terus-menerus yang menyebalkan dan merasa kenyang lebih lama.
#16. Jadi lebih sering ke dokter, habisin duit
Seperti disebutkan sebelumnya, asupan gula merusak gigi, jadinya harus lebih sering menghabiskan duit untuk dokter gigi.
Bukan itu saja, asupan gula berlebih juga menyebabkan rendahnya sistim kekebalan tubuh kita. Asupan gula berlebih dapat menghalangi phagocytosis proses dimana virus dan bakteri dihancurkan oleh sel darah putih. Bentuk sederhana karbohidrat seperti glukosa, gula, fruktosa, bahkan madu, semuanya dapat menyebabkan turunnya kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh jadi lebih gampang terserang penyakit, yang tentu saja berarti harus ke dokter dan menghabiskan biaya tak sedikit.
#17. Merusak alam.
Tahukah kamu kalau proses penanam tebu untuk membuat gula membutuhkan banyak air, dan sering nya dengan cara yang merusak alam, belum lagi semua bahan kimia seperti pupuk dan pestisida yang ikut menambah daftar panjang pencemaran lingkungan. Dan pembuatan gula dari tebu juga menggunakan bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan. Beberapa daerah tempat perkebunan tebu seperti delta sungai Mekong di Vietnam dan Altantic Fores di Brazil sudah sangat rawan kondisi habitatnya.
#18. Mendukung praktek pelanggaran hak asasi manusia pada para pekerja perkebunan tebu.
Keluarga dari para pekerja perkebuan tebu hidup dengan tingkat kemiskinan yang ekstrim, dan menderita untuk beberapa generasi. Seperti yang dilaporkan oleh Coalition of Agricultural Workers International, keluagra dari pekerja perkebunan gula di Malaysia hidup dengan budget $0.5 dolar uang sekali makan. Dan tahun 2013, Depnaker nya AS menemukan industri tebu di Republik Dominika bertanggung jawab atas pelanggaran hak pekerja, termasuk kondisi kerja yang buruk, bekerja 12 jam sehari 7 hari seminggu dan tempat tinggal dan lingkungan kerja tak sehat dan tak aman.
Mengurangi asupan gula berlebih berarti mengurangi dukungan pada perkebunan/perusahaan yang menyalahi hak asasi para pekerja tersebut.


(sumber)

Post a Comment for "Ngeri! Ini Yang Terjadi Kalau Kamu Mengonsumsi Gula Terlalu Banyak! "