Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenapa Manusia Menjerit-Jerit Masa Marah?

Assalamualaikum.
Kisah menarik yang penuh iktibar untuk perkongsian bersama.
Kenapa Manusia Menjerit-Jerit Masa Marah? 

Seorang Syeikh berjalan dengan para muridnya. Mereka melihat ada sebuah keluarga yang sedang bertengkar dan saling berteriak.
Syeikh tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya : "Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang marah?".
Salah seorang murid menjawab : "Karena kehilangan sabar sebab itulah mereka berteriak."
"Tetapi , mengapa harus berteriak kepada orang yang berada di sebelahnya?
Bukankah pesan yang ia sampaikan boleh diucapkan dengan perlahan saja?" Tanya Syeikh menguji murid2nya.
Muridnya pun saling memberikan jawapan, namun tidak satupun jawapan yang mereka sepakati.
Akhirnya Syeikh berkata : "Bila dua orang sedang marah, ketahuilah hati mereka saling berjauhan. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka mesti berteriak agar perkataannya dapat didengar. Semakin marah, maka akan semakin kuat teriakannya. Karena jarak kedua hati semakin jauh".
"Begitu juga sebaliknya, di saat kedua insan saling jatuh cinta?" Tanya Syeikh.
"Mereka tidak saling berteriak antara yang satu dengan yang lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati sangat dekat."
"Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi?", Mereka tidak lagi bicara. Mereka Hanya berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Pada Akhirnya , mereka bahkan tidak perlu lagi berbisik. Mereka cukup hanya dengan saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah dua insan yang saling mengasihi."
Syeikh memandang muridnya dan mengingatkan dengan lembut : "Jika terjadi pertengkaran di antara kalian, jangan biarkan hati kalian berjauhan. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, satu hari jaraknya tidak akan lagi boleh ditempuh"!!
Kredit FB: Ustaz Hasnan Fan Club M http://www.sihatitunikmahttp:/




Post a Comment for "Kenapa Manusia Menjerit-Jerit Masa Marah?"